Teks: Wienda Putri Novianty

Foto: Eden Key


Hadir sebagai salah satu band pembuka Slank di Magnumotion Mantap Melangkah Palembang, perjalanan Eden Key sebagai unit musik rock memang terasa sangat mantap. Lahir di tengah hiruk pikuk kota Palembang, Eden Key mampu menunjukkan langkah mantap mereka dalam bermusik hingga ke level yang sekarang. Beranjak dari situ, berikut beberapa fakta-fakta unik yang bisa kamu simak dari unit rock asal Palembang satu ini.



Berdiri sejak 1998

Berdiri sejak tahun 1998, Eden Key lahir sebagai salah satu band yang kerap meramaikan skena musik rock di Palembang. Selain dikenal sebagai pionir musik rock, band satu ini juga hadir sebagai salah satu unit yang menghadirkan kiprah label independen di Palembang. Digawangi oleh tiga personil yakni Machrust Hidayatullah (Ayus) sebagai gitaris, Miftahul Firdaus (Avir) sebagai drummer dan Beni sebagai penyanyi, Eden Key mampu menunjukkan semangat mantap melangkah mereka sebagai salah satu band yang berkesempatan menjadi pembuka dari band legendaris, Slank.


Aktif di blantika musik rock Palembang

Selain aktif bermusik, Eden Key juga ikut meramaikan berbagai perhelatan skena musik lokal mulai dari bintang Tamu Festival Rock Pagaralam, Sumatera Selatan tahun 1998, Festival Log Zhelebour Palembang tahun 1998, bintang tamu Pesta Parade Rock tahun 1999 hingga menjadi Finalis Asean Beat II Palembang tahun 2005. Demi menghidupi eksistensi musik rock di Palembang, Eden Key selalu mantap melangkah untuk tetap konsisten berkecimpung di dunia musik.


Namanya berarti “kunci surga”

Diadopsi dari bahasa Inggris, Eden Key berarti adalah “Kunci Surga. Pemberian nama itu juga diharapkan bisa menjadi nama yang merepresentasikan harapan-harapan para personilnya.


Pelopor Slanker's Club di Palembang

Di balik berdirinya band Eden Key di tahun 1998, ternyata, para personil juga merupakan Slankers yang mempelopori komunitas Slanker’s Club di Palembang. Nggak heran kalau ternyata Palembang juga mewadahi tak hanya skena musik mantap tapi euforia para Slankers yang kental.